Tujuan Publik Relations


       Tujuan utama kegiatan public relations adalah membangun kredibilitas dan membangkitkan motivasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan guna meminimalkan biaya pengeluaran proses transfer komunikasi.
Tujuan public relations dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Perfomance Objective
PR merupakan kegiatan komunikasi untuk mempresentasikan citra perusahaan kepada publiknya, melaksanakan serangkaian kegiatan untuk membentuk dan memperkaya identitas dan citra perusahaan dimata stakeholders.
Support of Customer Market Objective
Kegiatan PR dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakann oleh perusahaan dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi tingkat kesadaran konsumen, siakp dan persepsi konsumen terhadap produk tayangan yang ditawarkan perusahaan.Hasil identifikasi tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk menerapkan strategi pendekatan yang sesuai.
Dari sekian banyak tugas yang diemban oleh seorang public relations, tujuan yang ingin dicapai ialah komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
Komunikasi Internal (personel/anggota institusi)
Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin qmengenai institusi.
Menciptakan kesadaran anggota/personel mengenal peran institusi dalam masyarakat
Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya.
Komunikasi Eksternal (masyarakat)
Informasi yang benar dan wajar mengenai institusi.
Kesadaran mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya.
Motivasi untuk menyampaikan citra baik.
Suatu kekeliruan yang sangat besar, jika seorang Public Relations menduga bahwa persuasi yang dilakukan melalui komunikasinya itu akan diterima oleh khalayak sasaran atau publik secara tepat (sesuai) seperti yang diharapkan. Apa yang kadang kita katakan tidak selalu sama dengan penerimaan mereka yang mendengarkannya. Demikia pula dengan hal yang kita tuliskan, kadang-kadang sulit dipahami oleh pembacanya. Kata-kata, ide, isyarat, tanda-tanda, dam lambang-lambang lainnya, yang kita nyatakan dengan tulisan, lisan, dan tulisan, atau cara-cara lain, tidaklah selalu berarti sama bagi oranglain seperti halnya bagi kita.
Hal yang paling sukar dalam usaha persuasi melalui komunikasi itu adalah usaha agar oranglain dapat menerima atau menanggapinya seperti cara kita berpikir. Persuasi yang diartikan adalah kegiatan psikologis dalam usaha mempengaruhi sikap, sifat, pendapat, dan tingkah laku.